LDII Banten Bekali Generus Kemampuan Jurnalistik untuk Hadapi Tantangan Era Digital

LDII Banten Bekali Generus Kemampuan Jurnalistik untuk Hadapi Tantangan Era Digital

Serang (29/5) — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Banten melalui Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) menggelar pelatihan jurnalistik mahir dasar bagi generasi muda LDII tingkat kota dan kabupaten se-Banten.

Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Peserta berasal dari delapan DPD LDII, sekolah, hingga Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) di bawah naungan LDII Banten.

Ketua DPW LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan media komunikasi digital secara bijak dan profesional.

“Pemahaman kode etik profesi, kemampuan peliputan, hingga penyajian informasi yang akurat menjadi poin penting dalam pelatihan ini. Generasi muda harus mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, derasnya arus informasi di internet membuat masyarakat harus semakin kritis dalam menerima maupun menyebarkan berita. Ia menegaskan bahwa kemampuan menyaring informasi menjadi hal yang sangat penting di era digital saat ini.

“Ketikan jari bisa menjadi awal tersebarnya sebuah informasi. Karena itu peserta dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Departemen KIM DPP LDII, Rully Kuswahyudi, menilai media sosial kini menjadi ruang baru yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sumber daya manusia yang mampu menghadirkan konten positif dan edukatif.

“Website, Instagram, TikTok, dan berbagai platform digital lainnya harus diisi dengan informasi yang baik, jujur, serta bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai media sosial dipenuhi berita hoaks atau informasi yang menyesatkan,” ungkapnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi muda LDII dalam bidang komunikasi dan jurnalistik, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang kredibel di tengah maraknya disinformasi digital.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami pentingnya literasi digital, menguasai teknik komunikasi efektif, serta mampu menyampaikan pesan yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *