Jurnalis Muda LDII Banten Dibekali Keterampilan Fotografi dan Videografi

Jurnalis Muda LDII Banten Dibekali Keterampilan Fotografi dan Videografi

Serang (30/5) – DPW LDII Banten bekerja sama dengan DPP LDII memberikan materi jurnalistik mahir dasar foto dan videografi untuk mendukung publikasi kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan peran jurnalistik di lingkungan organisasi, khususnya di era digital yang menuntut penyebaran informasi secara cepat, akurat, dan menarik.

Dimas Ihsan menjelaskan bahwa seorang jurnalis video dituntut memiliki kemampuan multitasking saat melakukan peliputan. Perlu diasah melalui latihan yang konsisten agar dapat menghasilkan dokumentasi yang maksimal di lapangan. “Ketika bertugas sendirian di lapangan memang terasa berat. Namun, di mata orang lain kemampuan itu disebut multitalenta. Meski demikian, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan kompetensi yang memadai agar hasil liputan menjadi baik dan profesional,” ujar Dimas sebagai narasumber dari Lines DPP.

Ia menambahkan, selain kemampuan teknis, seorang jurnalis juga perlu memiliki soft skill yang kuat. Mental yang tangguh dan kemampuan komunikasi yang baik menjadi faktor penting, terutama saat melakukan wawancara dengan narasumber yang memiliki latar belakang dan bahasa yang berbeda. “Komunikasi yang baik sangat penting ketika melakukan wawancara. Selain itu, membangun relasi dengan sesama fotografer atau videografer juga bermanfaat untuk saling berbagi dokumentasi dan mendukung kebutuhan liputan di lapangan,” jelasnya.

Dalam materinya, Dimas menekankan pentingnya riset teknis maupun nonteknis sebelum melaksanakan peliputan. Menurutnya, banyak kegiatan yang hanya memiliki satu momentum penting sehingga persiapan harus dilakukan secara matang agar tidak kehilangan momen berharga.

Seorang fotografer perlu memahami berbagai teknik komposisi foto seperti rule of thirds, simetri, framing, point of view, hingga perspektif. Teknik tersebut dapat membantu menghasilkan gambar yang mampu memperkuat informasi dan mendukung isi berita yang dipublikasikan. “Ketika menggunakan kamera, posisi fotografer, dan objek harus diperhitungkan dengan baik sesuai kondisi pencahayaan dan sudut pengambilan gambar. Situasi di lapangan sering kali tidak dapat diprediksi, sehingga fotografer harus mampu beradaptasi dan menjaga kestabilan kamera agar hasil gambar tetap tajam dan tidak goyang,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, DPW LDII Banten berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi jurnalistik, khususnya dalam bidang liputan dan fotografi. Dengan kemampuan tersebut, generasi muda LDII diharapkan mampu menyebarluaskan berbagai kegiatan positif organisasi secara profesional, sekaligus berkontribusi dalam menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *