LDII Beri Kiat Manfaatkan Media Sosial untuk Dakwah Next Level

Serang (1/6). Sebagai seorang konten editor dalam sosial media terdapat proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Dalam postingan sosial media, beberapa konten yang viral sementara atau jangka panjang, bisa di analisa mana yang dipakai untuk menaikan nilai positif warga LDII. Jadi kita sebagai konten kreator harus bisa memanfaatkan itu untuk perkembangan organisasi.
Faza Ruziqyani Firdausa, pemateri kegiatan pelatihan jurnalistik DPW LDII Banten, mengatakan,”kita sebelum membuat konten itu harus betul-betul memerhatikan dari segi nilainya, gunakan poin positif untuk menyebarkan kebaikan di media sosial,” ujarnya.
Campaign media sosial itu juga bisa jadi suatu sorotan untuk meningkatkan perhatian khalayak umum, storytelling asks atau telling stories asks kepada public untuk membuat menarik perhatian, juga bisa mengunakan promosi.
Dalam pembuatan konten penonton di buat penasaran agar selalu stay menonton dan balik lagi, “Kita sebagai konten kreator harus bisa mengeksplor semua kemungkinan apakah ada potensi untuk meningkatkan perhatian publik dan juga di perhatikan bahwa kegiatan positif supaya dimasifkan dalam semua media sosial, syiar LDII untuk bangsa,” katanya.
Editing video dalam pembuatan harus ada goals nya dalam ukuran video 16:9 landscape 9:16 potrait, device memang sangat mempengaruhi tapi hasilnya tetap bagus, contoh konten Q&A, voxpop dan kuis, kerjasama dalam membuat konten membaca situasi, tahap pembuatan rule of third, movement kamera, still, tilt, dolly, crab, truck/follow, orbit.
“Hal yang harus di perhatikan pengambilan, resolusi, biasanya konten yang viral tidak lupa menyunting transisi visual, ritmi audio, software yang digunakan lalu save area editing sesuai media sosial. Jangan lupa setiap amal sholeh harus riang gembira,” tutupnya.

Previous Post

