Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, LDII Banten Hadir Bersama Forkopimda

Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, LDII Banten Hadir Bersama Forkopimda

LEBAK (14/8) – Jembatan Merah Putih Presisi Polri di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, resmi diresmikan, Kamis (13/8/2026). Peresmian tersebut diikuti secara virtual dari lokasi oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, serta jajaran Forkopimda Provinsi Banten dan DPW LDII Banten.

Sebelum acara peresmian, Andra Soni bersama Irjen Pol. Hengki dan Fahmi Hakim menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta rombongan di Lapangan Merdeka, Kecamatan Bayah.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur dan bakti sosial TNI-Polri untuk masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih merupakan wujud kehadiran negara untuk masyarakat.

“Hari ini kita resmikan 3.396 jembatan dan 3.000 sumber air bersih. Menjalankan misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat. TNI adalah tentara rakyat. Polri adalah polisi rakyat,” kata Presiden Prabowo Subianto dari Istana Negara, Jakarta.

Menurut Presiden, pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bukti semangat persatuan dan gotong royong bangsa Indonesia. Negara, lanjutnya, harus hadir memberikan pelayanan hingga masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan jauh.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa sejumlah jembatan telah dibangun di berbagai daerah. Jembatan terpanjang berada di Aceh Tamiang dengan panjang mencapai 240 meter. Sementara itu, pembangunan yang dinilai paling sulit berada di Ogan Komering Ilir karena membutuhkan waktu enam bulan serta menggunakan ponton dan patok penguat tanah.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa Polri menargetkan pembangunan sebanyak 895 Jembatan Merah Putih Presisi.

“875 sudah selesai dibangun, 17 jembatan dalam proses pembangunan, dan empat jembatan dalam perencanaan,” ujar Kapolri.

Ia menambahkan, sebanyak 145 Jembatan Merah Putih Presisi berada di wilayah hukum Polda Banten, jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbanyak dibandingkan wilayah Polda lainnya.

Sebelum peresmian, Andra Soni bersama Forkopimda Provinsi Banten turut mendampingi Kapolri meninjau kegiatan Bakti Kesehatan Biddokes Polda Banten yang bekerja sama dengan Puskesmas Bayah. Kegiatan tersebut memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 1.500 peserta.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan pelayanan SIM Keliling dari Satlantas Polres Lebak. Layanan tersebut turut dimanfaatkan masyarakat dan para pengemudi ojek online untuk memperpanjang masa berlaku SIM.

Usai peresmian, Kapolri menyapa para pelajar yang turut merasakan manfaat pembangunan jembatan tersebut, khususnya sebagai akses menuju sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tas dan alat tulis kepada para pelajar oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ketua PC LDII Kecamatan Bayah, Rosidin, mengapresiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan, aktivitas, dan perekonomian masyarakat. Kehadiran Polri harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujar Rosidin.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat semakin memperlancar mobilitas warga, membuka akses ekonomi, serta mendukung aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat di Kecamatan Bayah.

Bagi LDII, pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pembangunan tersebut juga menjadi bentuk nyata semangat gotong royong untuk kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *