Guru PAC LDII Kramatwatu Dilatih Public Speaking dan Ice Breaking

Guru PAC LDII Kramatwatu Dilatih Public Speaking dan Ice Breaking

SERANG (4/9) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kramatwatu terus mendorong peningkatan kompetensi para guru dan pengajar. Salah satunya melalui pelatihan peningkatan kompetensi guru dengan materi public speaking dan ice breaking untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa.

Ketua PAC LDII Kramatwatu, H. M. Khusnan, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, khususnya dalam teknik menyampaikan materi kepada peserta didik.

“Ini tentunya menambah SDM mereka, dari ilmu-ilmu yang diperlukan para guru. Di antaranya public speaking dan pelatihan ice breaking supaya anak-anak tidak jenuh dan tidak bosan dalam belajar,” kata Khusnan, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Anak-anak saat ini menghadapi banyak gangguan dan pilihan yang dapat memengaruhi konsentrasi serta semangat mereka dalam belajar.

Oleh karena itu, guru dituntut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menjaga siswa tetap tertib, rajin, dan tekun mengikuti proses belajar.

“Bagaimana caranya anak bisa belajar dengan tekun? Di antaranya guru harus bisa membawa bagaimana anak nantinya bisa belajar dengan tekun, tertib, dan rajin,” ujarnya.

Khusnan menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan pada 3 September 2026 tersebut diikuti 35 peserta dari sekitar 50 guru yang diundang.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin, minimal satu kali dalam setahun. Menurutnya, peningkatan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar para guru dapat mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

“Insya Allah saya agendakan mungkin setahun sekali, biar membuka wawasan baru bagi para guru. Di-upgrade terus. Karena ilmu-ilmu di sekolah juga terus berkembang, kurikulum berganti, jadi harus di-upgrade terus,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para guru dalam menjalankan tugas serta semakin fokus memberikan pendidikan terbaik kepada para siswa di madrasah.

Sementara itu, Trainer Ice Breaking dan Public Speaking, Kak Aji Syafa, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih fun, joyful, dan mudah dipahami siswa.

Menurut Aji, tidak sedikit guru yang memiliki penguasaan materi yang baik, tetapi masih menghadapi kendala dalam menyampaikannya kepada peserta didik.

“Terkadang guru itu mampu atau memiliki kemampuan materi yang bagus, tapi punya masalah dalam me-deliver-nya. Cara menyampaikannya tidak bagus. Berarti mereka butuh belajar tentang public speaking, bagaimana berbicara di depan umum dengan menyenangkan, membuat orang fun, dan juga orang paham. Itu yang paling penting dalam pelatihan ini,” paparnya.

Aji menilai guru perlu terus melakukan upgrading karena karakter dan kebutuhan anak-anak terus berubah. Terlebih, generasi saat ini membutuhkan pola pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

“Setiap masa, setiap anak itu beda-beda cara penanganannya. Kalau mereka menggunakan teknik-teknik lama, konvensional yang lama, anak-anak sudah tidak suka. Anak-anak Gen Z saat ini membutuhkan sesuatu yang fun, yang menyenangkan, yang gurunya up-to-date,” tuturnya.

Ia berharap para guru yang mengikuti pelatihan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, terus belajar, berkembang, berkarya, dan pada akhirnya mampu menjadi sosok yang menginspirasi peserta didik.

“Harapannya guru jangan kemudian terus berhenti belajar. Harus terus belajar, terus tumbuh, ditambah alhamdulillah bisa terus berkarya, lalu menginspirasi. Itu harapan dari pelatihan ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *