Basarnas Apresiasi Senkom Banten Gelar Simulasi Bencana Berbasis Pondok Pesantren

Basarnas Apresiasi Senkom Banten Gelar Simulasi Bencana Berbasis Pondok Pesantren

Tangerang (11/10). Senkom Mitra Polri Provinsi Banten menggelar simulasi Penanggulangan Risiko Bencana Berbasis Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Budi Mulia, Tangerang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program kerja Senkom Mitra Polri Pusat.

 

 

Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Banten, Yunando Prasetyanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Yang pertama kita menindaklanjuti program dari Senkom Mitra Polri Pusat yang melibatkan pondok pesantren karena sudah ada MoU antara Senkom dengan DPP LDII. Rujukan tersebut membuat Senkom Provinsi Banten melaksanakan simulasi penanggulangan risiko bencana berbasis pondok pesantren di Ponpes Budi Mulia,” ujar Yunando.

Menurutnya, pondok pesantren menjadi sasaran utama karena merupakan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius terhadap isu kebencanaan. Maraknya kejadian bencana seperti bangunan runtuh dan gempa bumi menjadi alarm pentingnya edukasi sejak dini.

“Kita menyiapkan santri-santri kita untuk bisa mengelola kesiapsiagaan kebencanaan yang akan terjadi. Walaupun kita tidak meminta suatu bencana, tetapi sudah mempersiapkan. Anak-anak muda kita, generasi penerus itu wajib mengetahui bagaimana cara mengelola atau mengurangi risiko bencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Basarnas Provinsi Banten. Kasubsi Sumber Daya Basarnas Provinsi Banten, Handiyana Deran, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kolaborasi antara Senkom Mitra Polri dengan LDII dalam upaya penanggulangan bencana dan pembinaan generasi muda.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Banten, Tangerang dan seluruh jajaran yang telah mengundang kami. Pada intinya kegiatan ini sangat baik sekali sebagai wujud kedamaian dan kebersamaan,” ujar Handiyana.

Ia menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. Ia menilai peran Senkom Mitra Polri sangat vital sebagai mitra strategis Basarnas di lapangan.

“Dari Basarnas pun, Senkom Mitra Polri adalah mitranya Basarnas juga. Tanpa teman-teman dari Senkom di lapangan, mungkin tenaga Basarnas itu tidak cukup. Dengan adanya Senkom, menjadi wadah dan kekuatan kita dalam menanggulangi bencana,” tegas Handiyana.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang melibatkan BPBD, Senkom, dan LDII dalam memberikan bimbingan, wawasan kebencanaan, dan motivasi kepada generasi remaja.

“Tanggung jawab kita bukan dari pemerintah saja, tetapi dari kita seluruh warga negara Indonesia untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada adik-adik kita, remaja kita yang perlu diberikan bimbingan dan wawasan ke depan dalam menanggulangi kedaruratan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *