Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, Senkom Mitra Polri dan Ponpes Budi Mulia Gelar Aksi Sinergi Tanggap Bencana

Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, Senkom Mitra Polri dan Ponpes Budi Mulia Gelar Aksi Sinergi Tanggap Bencana

Tangerang (13/10). Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya gunung Krakatau dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026, senkom provinsi Banten memperkuat strategi mitigasi nasional melalui kolaborasi lintas sektoral. Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng PB SAR PP SENKOM dalam serangkaian latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di pondok pesantren.

Sinergi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas penanganan bencana di Indonesia yang menuntut kecepatan respon dan akurasi koordinasi. Sebagai entitas organisasi masyarakat Senkom menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas lingkungan dan operasional.

Ketua senkom mitra polri provinsi Banten, Yunando Prasetyanto di Tangerang, Minggu (12/10/2026) menegaskan bahwa strategi Senkom dalam menghadapi potensi bencana kini bertumpu pada pencegahan agresif (pencegahan agresif) dan basis pondok pesantren.

“Kami ingin memastikan bahwa pondok pesantren bisa menjadi basis pencegahan sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapan tim di lapangan, kami berharap mencegah bencana yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujar Yunando.

Selain simulasi, kesiapan infrastruktur fisik juga diperkuat. Yunando memastikan ketersediaan apar dan tanda arah bencana di berbagai titik penting sebagai antisipasi ketika keadaan darurat. “Dengan perlengkapan dan tanda arah bencana yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa pondok pesantren bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan,” tambah Yunando.

Sinergi mitra di Lapangan, Senkom mitra polri melalui salah satu pondok pesantren nya yang beroperasional di kabupaten Tangerang bersama Dandim 0510 Hadir Dalam kegiatan mitigasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana di pondok pesantren Budi mulia.

Mewakili Dandim 0510, Inf Triyadi, yang hadir di lokasi kegiatan mitigasi kesiapan bencana, menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana terletak pada soliditas tim gabungan.

“Diperlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi yang cepat, serta koordinasi yang solid antarinstansi. Latihan ini luar biasa berbasis di ponpes dan mengundang seluruh elemen untuk siap bergerak secara terkoordinasi di lapangan,” kata Inf Triyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *