Silaturahmi Syawal Mendes PDT Ke LDII Banten Bahas Pengembangan Desa Berkelanjutan

Serang (18/4) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Banten menyambut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto yang berkunjung ke Kantor LDII Banten di Kramatwatu, Kab Serang. Kunjungan ini dilaksanakan Sabtu (14/4) dan diterima oleh Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito.

Yandri mengatakan, kunjungan ini dalam rangka menjalin silaturahmi bersama DPW LDII Banten. Dan bersamaan dengan itu, Yandri menyebut juga hendak menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan LDII yang sudah terbesar di Indonesia.
“Karena kita melihat peran strategis LDII di Republik ini sudah sangat teruji. Kita harus belajar dan mereplikasi apa yang sudah dilakukan oleh LDII, terutama untuk kemajuan di desa-desa yang ada di Indonesia,” terangnya.
Kunjungan ini, kata Yandri, pihaknya akan terus belajar bersama LDII. “Kita harus meniru apa yang sudah dilakukan oleh LDII sekarang. Kita tularkan ke desa-desa,” ujarnya.
Setelah kunjungan DPP LDII, Yandri menyebut, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan MoU (nota kesepahaman) yang sudah di tanda tangani bersama LDII. “Nanti implementasinya Insyaallah kita akan tentukan lokasi atau desa-desa sebagai binaan LDII yang bekerja sama dengan Kemendes,” bebernya.
Selain itu, Yandri juga mengaku bahwa dalam diskusi tersebut Kemendes PDT mendapatkan banyak sekali arahan dan petunjuk dari LDII. Terutama untuk mengembangkan dan memajukan desa-desa di Indonesia.
“Tentu hal tersebut dapat menjadi modal besar untuk kami. Terimakasih pada LDII yang sudah memberikan support yang luar biasa untuk Kemendes dan PDT,” katanya.
Di sisi lain, Dimo Tono Sumito menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendes tersebut. Menurutnya, ini merupakan sebuah kerhomatan bagi keluarga besar DPW LDII Banten.
“Ini merupakan satu kehormatan bagi kami dan yang tidak kalah penting saya sangat mengapresiasi langkah-langkah Mendes PDT dalam melakukan sebuah usaha penggalangan di semua lini, di semua spektrum untuk menjadikan kekuatan bersama dalam membangun sebuah desa,” jelasnya.
Dimo Tono Sumito mengungkapkan, bahwa desa merupakan urat nadi dari sebuah negara. “Kalau desa ini selesai maka sebetulnya akan selesailah urusan negara,” tegasnya.
Dalam kunjungan ini, kedua belah pihak melakukan obrolan yang panjang untuk menemukan titik-titik temu yang bisa disinegerikan. Mulai dari sumber daya manusia dan pengembangannya, transfer teknologi tepat guna, termasuk juga di dalamnya menyangkut aspek pembiayaannya.
“Saya melihat ada skema-skema yang bisa dicocokan dan dikompatibilitaskan (disesuaikan) dengan Majelis-Majelis dan Lembaga-lembaga yang ada di LDII,” ujarnya.

Previous Post

