LDII Banten dan Tokoh Lintas Agama Hadiri Halal Bihalal Muspija, Abuya Muhtadi, Jangan Lupakan Pancasila

Serang (2/4) LDII Banten hadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Muspija Banten, dengan tema “Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Provinsi Banten Dalam Rangka Memperingati Idul Fitri 1447H”, di Sanghyang Sirah Room, Le Semar Hotel, Kota Serang.

Halal bi halal di hadiri para tokah antara lain, ketua kanwil Kemenag Banten, KH Amrullah; ketua FKUB Banten, A. M. Romly; Ketua MUI Banten, Bazari Syam; ketua BAZNAS Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd; Prof. Dr. H. Suparman Usman, S.H., M.H., Guru Besar Ilmu Hukum; Pembina Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia, Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd; Prof. Dr. KH. E. Syibli Syarjaya, tokoh pendidikan dan agama dan Prof. Dr. H. Zakaria Syafe’i, M.Pd, tokoh akademisi dan tokoh Muhammadiyah.

Meski kehadiran tamu VIP ada yang terlambat, acara tetap berlangsung dengan baik, Rabu (1/4) siang ini, berlangsung khidmat dengan dipimpin ulama kharismatik dari Cidahu Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi.

Fatwa Abuya tentang Pancasila menegaskan bahwa dasar negara ini bukan sekadar produk politik, melainkan sebuah qā‘idah kulliyyah (prinsip pokok yang bersifat menyeluruh), yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk kemaslahatan rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Dalam naskah fatwanya yang diterbitkan pada 21 Agustus 2013 di Cidahu, Pandeglang Banten, Abuya Muhtadi menuliskan bahwa “Pancasila adalah kaidah pokok yang ditegakkan sejak dahulu demi perbaikan urusan bangsa dari Sabang sampai Merauke”.

Sebelum memimpin halal bihalal bersama, Abuya Muhtadi berpesan, kita jangan sampai melupakan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila beliau lanjut menyanyikan lagu Garuda Pancasila selanjutnya di ikuti oleh para tamu undangan.
“dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, namun jangan sampai kita melupakan pancasila, Garuda pancasila akulah pendukungmu patriot proklamasi sedia berkorban untukmu!,” seru putra almarhum Abuya Dimyati ini. Abuya Muhtadi yang saat itu mengenakan sorban.
Ketua Muspija Banten, Pieter mengatakan, Pancasila itu adalah persamaan yang Sukarno gali, dalam diri manusia Indonesia yang berbeda-beda. Itulah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia.
“Namun saat ini, Rumah Pancasila menangkap banyak keresahan terhadap tingkah polah generasi penerus bangsa yang terkikis budi pekertinya, norma adab-nya, hingga wawasan kebangsaannya,” papar dia.
LDII Banten, Dimo Tono Sumito yang di dampingi Biro PKD Choirul Hadi menyampaikan terima kasih Muspija dan FKUB Banten yang telah menyelenggarakan halal bihalal ini yang di selingi dengan ramah tamah saling memberi masukan untuk mendukung menguatkan kebersamaan antar umat di Banten.
Ia menambahkan, acara seperti ini sangat bagus dengan berkumpulnya para tokoh dan shering untuk kemajuan Banten, ini sangat pas dengan program LDII 8 cluster untuk bangsa, kebangasaan kita harus kuatkan untuk mendukung banten maju, ini sebagai aspirasi nanti kami sampaikan pada waktu acara munas LDII 7-9 April di pondok gede, Jakarta.



Previous Post
