Akhir Tahun 2025 DPW LDII Provinsi Banten Mengadakan Pengajian Qiroatusab’hah
Serang (24/12) DPW LDII Provinsi Banten menyelenggarakan pengajian Akhir tahun dengan menderes Qiroatusab’hah bersama guru-guru pondok pesantren se-provinsi di gedung LDII Banten, Kramatwatu, Kab. Serang.

Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menyampaikan bahwa pengajian ini khusus dengan materi Qiroatusab’hah sebagai refleksi penutup akhir tahun dan sebagai evaluasi selama pelaksaan satu tahun yang di selenggarakan setiap bulan satu kali.
“Ia mengatakan, rasa syukur atas kesemangatan kepada dewan guru dan ustadz utusan dari masing-masing pondok pesantren, Qiroatusab’hah perlu terus di kembangkan agar ada generasi yang mencintai macam macam bacaan alquran,” ucapnya.
Selanjutnya Dimo Tono Sumito, “ngaji Qiroatusab’hah ini akan di lanjutkan tahun depan dengan harapan banyak peserta dari kalangan mudanya,” katanya.

Tambahnya “Pesan saya kepada para ulama agar selalu mengedepankan green dakwah yang sejuk mudah di pahami oleh anak anak santri pondok, dan menjelaskan pentingnya program 29 Karakter luhur untuk terus dipraktekkan pemuda LDII untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah yaitu Indonesia Emas,”pungkasnya.
Ustadz H. Nur Annas, Pinisepuh Pesantren Baitul Ulum Al Musawwa sekaligus Anggota Biro PKD LDII Banten, menyampaikan, “kami merasa bersyukur dan senang DPW LDII Banten memfasilitasi pengajian Qiroatusab’hah satu bulan sekali, dengan mengundang para ustadz dari seluruh pondok pesantren naungan LDII se provinsi Banten ini,” katanya.
Lanjutnya “pengajian Qiroatusab’hah ini terakhir tahun 2025, kita melaksanakannya secara offline yang di ikuti oleh utusan guru-guru pondok naungan LDII se-Banten dan para peserta terdekat dari seputaran wilayah serang, seperti yang di sampai pak ketua DPW LDII Banten saya sangat setuju ada peserta yang muda-muda ikut ambil bagian dalam acara ini, karna usia muda lebih cepat menyerap ilmu, dan mudah memahami dengan baik,” ucapnya.

Nur annas berharap tahun depan Qiroatusab’hah ini kita laksanakn kembali karna ini sudah berjalan secara rutin, dan penderesan rutin ini akan menjaga keilmuan Qiroatusab’hah tetap terjaga dan terus menerus sampai generasi berikutnya dan tongkat estafet keilmuannya berlangsung sampai hari kiamat.

“Saya hanya ingin bahwa ilmu Qiroatusab’hah ini tetap ada dan terus berkembang di pelajari dan pahami oleh generasi muda karena mereka yang akan mengajarkan lagi ilmu Qiroatusab’hah ini dan terus berlanjut membawa tongkat estafet keilmuannya berlangsung berkelanjutan,” tutupnya.

Previous Post
Next Post

