DPD LDII Se-Provinsi Banten Ikuti Rapimnas 2026 Secara Daring, Bahas Langkah Strategis Menuju Munas ke X

DPD LDII Se-Provinsi Banten Ikuti Rapimnas 2026 Secara Daring, Bahas Langkah Strategis Menuju Munas ke X

Banten (16/2) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII tahun 2026. Kegiatan Rapimnas yang diikuti LDII se-provinsi Banten secara virtual dengan delapan titik studio mini yakni 8 Kabupaten/Kota dan 1 DPW ikut aktif berpartisipasi kegiatan nasional ini.

DPW LDII Banten Mengikuti Rapimnas 2026 di Studio Mini gedung LDII Banten Menurut Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, “Peserta dari studio mini se-provinsi dihadiri langsung Wanhat, pengurus harian mulai dari tingkat DPW, DPD, PC dan PAC LDII se-provinsi Banten”, terangnya.

DPD LDII Kabupaten Serang Mengikuti Rapimnas 2026 di Studio Mini gedung LDII Banten, pada Rapimas LDII tahun 2026 ini Dimo Tono Sumito memberikan rekomendasi “kami dari Banten bahwa menyampaikan rekomendasi bahwa pelaksanaan Munas diharapkan bisa dilaksanakan pada 7-9 April 2026 mendatang, namun apabila terdapat kendala, kami juga memberikan keleluasan dan fleksibiltas untuk melaksanakan Munas LDII pada Tahun 2026”, tutup Dimo.

Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-provinsi Banten menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII tahun 2026 secara daring (online), Senin 16 Februari 2026 di kantor DPD LDII masing-masing. Meski dilaksanakan melalui ruang virtual, suasana khidmat dan antusiasme pengurus tetap terasa dalam mengikuti agenda penting organisasi tersebut.

Rapimnas merupakan forum tertinggi kedua dalam struktur organisasi LDII setelah Musyawarah Nasional (Munas). Oleh karena itu, agenda ini memiliki nilai yang sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan organisasi di tingkat nasional maupun daerah.

Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara menyampaikan bahwa keikutsertaan DPD se-provinsi Banten secara daring ini tidak mengurangi esensi dari pengambilan keputusan. “Kami menyimak dengan seksama setiap arahan dari pusat. Keputusan yang diambil dalam Rapimnas ini adalah keputusan strategis yang berkaitan erat dengan persiapan pelaksanaan Munas mendatang,” ujarnya.

Rapimnas kali ini dinilai cukup istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan tidak semua pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) dan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) hadir secara luring (offline) di lokasi utama. Sebagian besar pengurus di tingkat daerah mengikuti jalannya rapat melalui transmisi digital dari wilayah masing-masing.

Fokus utama dalam pembahasan Rapimnas 2026 adalah merumuskan keputusan-keputusan strategis dengan mempertimbangkan kondisi organisasi saat ini. Selain itu, LDII juga memetakan tantangan di masa depan dengan melihat perkembangan situasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Keputusan Rapimnas tentu mempertimbangkan dinamika organisasi serta perkembangan situasi global. Hal ini penting agar LDII tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui Rapimnas ini, diharapkan soliditas organisasi tetap terjaga dan seluruh instruksi serta hasil keputusan dapat segera diimplementasikan oleh pengurus LDII di tingkat kabupaten hingga tingkat ranting, khususnya di wilayah Kabupaten Serang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *