Hilal Belum Tampak Di Pantai Villa Marina Anyer, LDII Banten Dan Planetarium Jakarta Rukyatul Hilal Bersama

Anyer (20/3) – Pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah digelar di kawasan pesisir Anyer, Kabupaten Serang, oleh tim rukyatul hilal DPW LDII Banten. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada observasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin memahami proses rukyatul hilal secara langsung.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pegiat astronomi, praktisi ilmu falak, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti proses pengamatan. Sejumlah peralatan seperti teleskop manual dan digital, serta kamera dengan lensa khusus disiapkan untuk mendukung pemantauan hilal.
Ketua Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Banten, Hanif Rahmanto, menjelaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian penting dalam penentuan awal bulan Hijriah yang memiliki dasar ilmiah dan syariat. “Rukyatul hilal bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penerapan ilmu astronomi yang dapat dipelajari secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran agar masyarakat memahami bahwa proses penentuan awal bulan dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan, perbedaan metode dalam penentuan awal bulan hendaknya disikapi dengan bijak demi menjaga persatuan umat.
Sementara itu, perwakilan dari Planetarium Jakarta, Raihan, menilai kegiatan ini sangat efektif dalam meningkatkan literasi astronomi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pendekatan praktik langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih kuat dibandingkan teori semata.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa langsung mencoba menggunakan teleskop dan memahami cara kerja pengamatan hilal. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk mengamati hilal adalah sesaat setelah matahari terbenam, ketika langit mulai gelap namun cahaya masih cukup untuk mendeteksi posisi bulan sabit muda.
Selain sebagai kegiatan ilmiah, pantauan hilal ini juga menjadi momen kebersamaan dan edukasi yang dikemas secara santai. Peserta tidak hanya belajar, tetapi juga menikmati keindahan senja di pesisir sambil mengabadikan momen menggunakan kamera.
Melalui kegiatan ini, LDII Banten berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu astronomi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perbedaan penentuan awal bulan Hijriah.

Previous Post

