Ketua LDII Banten Tekankan Pentingnya Dakwah Digital di Era Modern.

Serang (11/2). Lines Banten naungan KIM LDII Banten mengadakan podcast untuk generasi muda guna mengajarkan dakwah digital, di gedung LDII Banten, Kabupaten Serang pada Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung LDII Banten, Kabupaten Serang. Dalam podcast yang berfokus pada sejarah bintang tamu, Lines menghadiri pembicara yang luar biasa yang bertemakan “Sharing Bersama pengurus DPW” dengan menghadirkan Dimo Tono Sumito dan Choirul Hadi, narasumber yang berhasil membangun pengalaman organisasi dan pondok pesantren, salah satu bintang tamu akrab dipanggil Gus Irul.

oppo_0
“Podcast ini diadakan untuk edukasi generasi muda yang religius dan organisatoris. Di zaman sekarang, banyak sekali yang tidak mau mencoba karna takut memulai dan kurangnya minat mereka,” jelas Dimo saat dimintai keterangan.
Saat memberikan materi, Dimo menceritakan, sebelum LDII Banten seperti sekarang ini, ia sudah banyak mengalami lika liku membangun gedung LDII Banten, yang bertujuan untuk pembinaan dan menghabiskan modal sampai ratusan juta, Dimo tetap berusaha dan tidak mudah menyerah sehingga bisa membuat LDII sebesar ini.
“Dulu sudah banyak hal untuk membangun infrastruktur yang saya coba untuk LDII, dari mulai lahan, pondasi, tenaga kerja, bahkan sampai furniture. Tapi semua itu banyak perjuangan dan mengelontorkan ratusan juta. Namun saya bukan orang yang gampang menyerah, saya terus berusaha dengan banyak menyebarkan media dakwah,” katanya.
Dimo menambahkan, selain mempunyai jiwa pantang menyerah, ada 3 hal yang harus dipersiapkan ketika ingin memulai perjuangan.
“Kalau mau memulai amar makruf, harus persiapkan 3 hal ini, yaitu modal, mental, dan tekad. Karena tanpa 3 hal itu akan sulit untuk beramal shaleh,” tambahnya.
Selanjutnya Dimo menceritakan, perjuangan organisasi yang mengalami cobaan saat ada acara pejabat atau pengurus stakeholder. Jumlah pemakai gedung terbanyak yang pernah ia terima adalah di saat akhir bulan itu hari sibuk.

Choirul Hadi juga menjelaskan tips atau strategi seorang mubaligh selain melalui media online.
“Agar Amar Makruf kita tetap laku, 3 cara ini sangat penting dilakukan oleh seorang mubaligh, yaitu harus ramah ke sesama, buatlah postingan atau video yang menarik, dan harus bisa menjaga kualitas konten,” jelasnya.
Tak hanya itu, Choirul Hadi berpesan kepada generasi muda untuk bisa memulai belajar menjadi mubaligh untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.
“Sebagai generasi muda sebisa mungkin harus punya ilmu, karena kedepannya mungkin saja keadaan zaman sedang tidak stabil, dan menjadi mubaligh itu kita tidak diatur oleh waktu, tapi kita lah yang mengatur waktu kita sendiri,” pungkasnya.
Generus harus antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber sehingga memotivasi mereka untuk menjadi mubaligh di masa mendatang. Kegiatan seperti ini diharapkan bisa berlanjut dan tersebar di berbagai wilayah sehingga ke depan banyak generasi muda yang siap menghadapi Indonesia Emas 2045.

Previous Post

