Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar LDII Banten Dorong Generasi Muda Aktif Berdakwah Melalui Media Digital

Serang (29/5) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diikuti perwakilan generasi muda dan pengelola media dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Provinsi Banten. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung LDII Banten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola media informasi sebagai sarana syiar Islam dan komunikasi organisasi kepada masyarakat luas. Selain memperkuat keterampilan jurnalistik, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan generasi penerus agar mampu berkontribusi aktif dalam publikasi kegiatan positif LDII.

Narasumber dari LINES DPP LDII, Rully Kuswahyudi, mengapresiasi perkembangan LINES Banten yang dinilai berhasil melakukan regenerasi dan penguatan organisasi di bidang komunikasi dan media. Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi.
“Dalam pemantauan DPP terhadap berbagai DPW, perkembangan setiap wilayah berbeda-beda. LDII Banten termasuk yang menonjol, sebagaimana LDII Bali, terutama dalam aktivitas media sosial. Beberapa tahun lalu peserta pelatihan dari Banten masih sangat terbatas, namun kini jumlahnya terus bertambah. Ini merupakan peningkatan yang luar biasa,” ujarnya.
Rully menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Ia menyoroti fenomena post-truth, yaitu kondisi ketika suatu informasi yang diulang-ulang dapat dipercaya sebagai kebenaran oleh sebagian masyarakat.
“Teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan penyebaran informasi, namun di sisi lain dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar. Karena itu, kita harus memanfaatkannya untuk hal-hal positif dan bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, kemudahan penyebaran informasi melalui media sosial harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Warga LDII, baik kalangan muda maupun orang tua, diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi melalui karya, dokumentasi kegiatan, serta penyebaran informasi yang positif kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilakukan organisasi perlu didokumentasikan secara baik agar dapat menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat. Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat antara LINES dan Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) dalam menghasilkan konten yang berkualitas.
“Kita harus terus melakukan kegiatan positif dan menyebarluaskannya kepada masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara tim dokumentasi dan media, keterbatasan alat bukanlah hambatan untuk berkarya. Yang terpenting adalah semangat dalam menyampaikan berbagai kegiatan positif LDII,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rulliwijaya juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan media massa dan insan pers. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan wartawan dapat membantu menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menjaga citra organisasi di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan organisasi saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga profesional di bidang tertentu, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu menghasilkan konten kreatif dan informatif. Oleh karena itu, peran content creator dan pegiat media menjadi semakin penting dalam mendukung syiar dan publikasi organisasi.
Menutup materinya, Rulliwijaya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu dan kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk amal saleh. Ia berharap semangat berkarya dan berdakwah melalui media terus tumbuh sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui pelatihan ini, DPW LDII Banten berharap lahir generasi muda yang memiliki kemampuan jurnalistik, literasi digital, dan komunikasi publik yang baik, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi positif serta mendukung program-program organisasi di era digital.

Previous Post

