Hari Kedua Pelatihan Jurnalistik LDII Banten, Peserta Dibekali Strategi Pengelolaan Media dan Informasi

Hari Kedua Pelatihan Jurnalistik LDII Banten, Peserta Dibekali Strategi Pengelolaan Media dan Informasi

Serang (30/5) – Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diselenggarakan oleh LDII Banten tetap terlaksana dengan suasana yang tetap antusias dan penuh semangat. Kegiatan ini menghadirkan para pemateri dari DPP LDII yang kompeten di bidang jurnalistik, komunikasi, dan media informasi.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran strategis media dalam menyampaikan informasi yang positif dan edukatif kepada masyarakat. Salah satu pemateri, Ludhy Cahyana, menjelaskan bahwa perkembangan media saat ini menghadirkan beragam informasi yang bercampur antara fakta, opini, hingga kepentingan kelompok tertentu. “Pengelola media dituntut memiliki kemampuan dalam memilah informasi serta melihat peluang untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, perjalanan pengelolaan media LDII tidak terlepas dari berbagai tantangan. Pada masa lalu, LDII kerap menghadapi sorotan negatif dari sebagian masyarakat. Namun, melalui berbagai kegiatan positif yang dipublikasikan secara konsisten, citra organisasi perlahan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “Media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman masyarakat. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk mengelola informasi secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.

Dalam pemaparannya, Ludhy menceritakan perkembangan tim media LDII yang dikenal dengan Lines. Sejak dibentuk pada tahun 2013, tim tersebut terus berproses meningkatkan kualitas sumber daya manusia maupun hasil karya jurnalistiknya. “Perjalanannya tidak mudah, peningkatan kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang baik agar mampu menghasilkan karya profesional dan bermanfaat,” ucapnya.

Selain membahas pengelolaan media, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun soliditas tim. Mereka ditekankan bahwa keberhasilan sebuah tim media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga melalui rapat redaksi yang terstruktur, koordinasi yang baik, serta pemantauan program kerja secara disiplin.

Lebih lanjut, Ludhy menjelaskan bahwa dalam organisasi diperlukan pembagian tugas dan fungsi yang jelas. Sebelum terjun ke lapangan, anggota tim perlu dibekali pelatihan yang memadai serta didukung peralatan yang sesuai kebutuhan. “Perlu diingat bahwa keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang untuk berkarya karena pengembangan fasilitas dapat dilakukan secara bertahap. Selain perangkat dokumentasi, kebutuhan alat audio visual juga menjadi bagian penting dalam mendukung publikasi kegiatan maupun penyajian informasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan,” pungkasnya dalam materi.

Menutup sesi materi, Ludhy mengajak para peserta untuk tetap berproses dan tidak berkecil hati apabila kondisi media di daerah masing-masing belum berkembang secara optimal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara konsisten.

Melalui pelatihan ini, DPW LDII Banten berharap para generasi muda mampu meningkatkan kompetensi jurnalistik, memahami tata kelola media yang profesional, serta berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang positif, akurat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *