Pelatihan Jurnalistik LDII Banten Bahas Straight News, Script TV, dan Feature News

Pelatihan Jurnalistik LDII Banten Bahas Straight News, Script TV, dan Feature News

Serang (31/5) – Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diselenggarakan Biro KIM DPW LDII Banten memasuki hari kedua. Sebagai narasumber, Noni Mudjiani menyampaikan materi mengenai teknik penulisan berita straight news. Ia menjelaskan pentingnya kemampuan menganalisis objek pemberitaan, baik dari sisi tokoh, data, situasi, maupun peristiwa, untuk menentukan sudut pandang berita yang menarik dan informatif. “Struktur berita yang baik diawali dengan kemampuan menggali informasi melalui wawancara yang tepat. Hasilnya dapat disusun dalam bentuk kutipan langsung maupun tidak langsung agar berita memiliki daya tarik dengan peristiwa yang dilaporkan,” tuturnya.

Menurutnya, penentuan kualitas sebuah berita sangat dipengaruhi oleh hasil wawancara. Kutipan langsung membuat berita lebih hidup karena pembaca dapat merasakan kedekatan dengan peristiwa yang terjadi. “Gaya penulisan judul juga beragam, namun untuk media LDII kami mengedepankan judul yang sederhana dan informatif tanpa menggunakan gaya clickbait,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga objektivitas dalam penulisan berita. Wartawan tidak dianjurkan menambahkan opini pribadi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pembaca. “Cara yang aman adalah mencatat seluruh pernyataan narasumber, kemudian merangkum poin pentingnya untuk melengkapi isi berita tanpa mengubah makna yang disampaikan,” tambahnya.

Melanjutkan materi, Fitri Utami sebagai narasumber Script Writer Bens Radio, membahas teknik penyusunan naskah berita televisi. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa unsur utama dalam jurnalistik televisi meliputi suara, visual, dan grafis yang harus saling mendukung agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.

Ia menjelaskan bahwa dalam produksi straight news televisi terdapat tiga tahapan utama, yaitu peliputan, penyuntingan, dan penyajian. “Jurnalis juga harus memperhatikan etika saat mengambil gambar di lapangan meskipun tersedia banyak pilihan sudut pengambilan gambar sudut pandang (angle),” katanya.

Menurutnya, ketika berada di lapangan, seorang jurnalis harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi. Naskah televisi harus singkat, padat, dan jelas. “Pada dasarnya kita menulis untuk didengar, bukan untuk dibaca ulang, sehingga informasi harus dapat dipahami hanya dalam sekali dengar,” ungkapnya.

Fitri menambahkan bahwa prinsip dasar penulisan naskah televisi adalah seperti mengobrol, menggunakan kalimat sederhana dengan pola subjek, predikat, objek, dan keterangan. Selain itu, penggunaan angka sebaiknya dibulatkan dan narasi harus selaras dengan gambar yang ditampilkan.

Dalam format produksi televisi, naskah biasanya terdiri atas lead sebagai pembukaan berita, package sebagai isi narasi, sound on tape sebagai kutipan narasumber, dan closing sebagai penutup berita. “Caption video harus dibuat sesingkat mungkin agar tidak memenuhi layar. Dengan demikian penonton dapat memahami informasi secara cepat dan mudah,” jelasny

Selain straight news, peserta juga mendapatkan materi mengenai feature news, yaitu jenis berita yang dikemas dalam bentuk cerita dan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan berita langsung. Dalam penyusunannya, berita feature melalui tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi yang diawali dengan riset, penyusunan konsep, hingga pembuatan draft narasi.

Tahap produksi dilakukan melalui proses peliputan dan perekaman narasumber, sedangkan tahap pasca-produksi meliputi proses penyuntingan hingga promosi hasil karya kepada masyarakat.

Menurut Fitri, pembuatan berita feature memerlukan riset mendalam serta penyusunan storyboard yang matang agar alur cerita lebih menarik dan mudah dipahami audiens. “Keunikan sebuah cerita harus ditemukan sejak awal. Dengan perencanaan yang baik, hasil feature akan lebih menarik sehingga banyak masyarakat yang ingin menonton dan mendengarkannya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, generasi muda LDII diharapkan mampu meningkatkan kompetensi jurnalistiknya, baik dalam penulisan berita, produksi konten audiovisual, maupun penyebaran informasi positif yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *