Pelatihan Jurnalistik dan Konten Kreator untuk Tingkatkan Visibilitas Pemuda

Pelatihan Jurnalistik dan Konten Kreator untuk Tingkatkan Visibilitas Pemuda

Serang (6/6) – Menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bertema “Optimalisasi peran Generus LDII dalam penguatan literasi dan kompetensi jurnalistik untuk menangkal disinformasi di era digital” di gedung LDII Banten, pada Sabtu (30/05). Acara ini diikuti 50 peserta dari kalangan pemuda memperkuat literasi media digital di organisasi.

Salah satu pemateri Noni Mudjiani menjelaskan Straight news adalah jenis berita yang berusaha informasi aktual dengan struktur piramida terbalik dan prinsip 5W+1H, sedangkan soft news mengutamakan aspek human interest dan narasi. “Menulis berita tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga soal bagaimana menjangkau pembaca dan membuat mereka memahami pesan yang ingin disampaikan,” ujar Noni.

Dilanjutkan sebagai jurnalis. Ia membahas teknik penulisan berita yang efektif. “Piramida terbalik memastikan pembaca mendapatkan esensi berita meski hanya membaca sekilas, sehingga cocok untuk era media sosial yang serba cepat,” ungkapnya.

Ia juga menyajikan langkah-langkah produksi berita, mulai dari observasi lapangan, wawancara sumber terpercaya, hingga verifikasi fakta untuk menghindari hoaks.

“Para peserta dapat belajar menjadi ‘wartawan’, mulai dari praktik merencanakan, wawancara, penulisan berita, sampai dengan mengedit dan mengirimkan berita yang mereka buat,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmen DPP LDII dalam mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di era digital, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali pemuda dengan keterampilan praktis dalam penulisan berita serta teknik editing video. Workshop tersebut diharapkan mampu mendukung penyebaran informasi organisasi secara lebih kreatif, akurat, dan informatif melalui berbagai platform media sosial.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata upaya Lines Indonesia dalam membangun budaya komunikasi digital yang adaptif, profesional, dan berdaya saing, sehingga setiap insan kampus dapat berperan aktif sebagai agen penyampai informasi yang kredibel sekaligus memperkuat citra institusi di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *