Kerjasama DPW LDII Banten Dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Untuk Penguatan Ekonomi Kreatif

oppo_0
Serang (1/5) — Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Kustantina, melakukan kunjungan silaturahim dan ngopi bareng ke gedung LDII Banten. Silaturahim ini memperkuat sinergitas program pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan para santri disekitar gedung LDII ini dalam hal kewirausahaan.

oppo_0
Menurut Kustantina, kewirausahaan para santri dan ekonomi kreatif di daerah penting dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memastikan pelaku usaha memiliki akses terhadap berbagai layanan, mulai dari pelatihan hingga pendampingan sampai ke pemasaran produk.

“Harapannya semakin banyak peserta asuh di daerah yang mengayomi para penggiat ekraf, baik dalam akses finansial, pasar, maupun legalitas”, ujarnya.

Ia menambahkan dengan semakin berkembangnya industri ekonomi kreatif di berbagai daerah, dinilai dapat berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja. “Jika ini berjalan balik, pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah”, tuturnya.
Melalui silaturahim disaat libur kerja ini, diharapkan dapat terus terjalin sinergitas dan membangun kerjasama yang saling mengisi dan menguatkan antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu Ketua LDII Banten Dimo Tono Sumito menyampaikan perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan menuntut kesiapan semua pihak. “LDII Banten memiliki visi pemberdayaan melalui teknologi, termasuk mendorong inklusivitas perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan”, pungkasnya.
Dimo mengungkapkan jika saat ini peran yang mengurus rumah tangga diisi oleh perempuan. “Perempuan perlu terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil peran agar tidak tertinggal di era digital dan AI”, ujarnya.
Dimo menegaskan konsep usaha ekonomi kreatif telah mulai dijalankan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari program kemandirian santri. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan usaha berbasis kebutuhan pasar.
“Kami mencoba mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dengan praktik di lapangan agar santri memiliki keterampilan yang aplikatif”, katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Kustantina berdialog langsung dengan Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito dan Sekretaris LDII Banten, Kabid Bagaskara. Pembicaraan santai dan ringan ini berdampak positif terutama pada program ekonomi terkait kewirausahaan bagi para santri di pondok Baitul ulum Al Musawwa yang berada di dekat Gedung LDII Banten.
Dampak lainnya adalah DPW LDII Banten menjadi lebih faham dan mengetahui tentang program pemerintah yang sangat pro rakyat seperti pembangunan jalan rakyat sejahtera, sanitasi lingkungan, program satu desa satu sarjana, pos pelayanan desa sejahtera, dan lainnya.

Previous Post

