LDII Cabang Kecamatan Cilegon Gelar Munaqosah 113 Anak Usia Dini, Ini Tujuannya

Cilegon (39/6) – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII Kota Cilegon mengadakan munaqosah pada anak usia Pendidikan Anak Usia Dini atau Paud dan anak usia SD kelas 6, Sabtu, 27 Juni 2026.
Munaqosah tersebut dilakukan secara serentak di masing-masing tingkat cabang yaitu pengurus cabang atau PC LDII Kecamatan Cilegon, PC LDII Kecamatan Jombang, dan PC LDII Kecamatan Pulomerak.
Pada munaqosah di PC LDII Kecamatan Cilegon yang bertempat di Masjid Al-Akbar, Kelurahan Bendungan, diikuti oleh 113 siswa Paud dan SD, 20 orang munaqis, dan 20 panitia penyelenggara munakosah.
Ketua Panitia Munaqosah Cabang Kecamatan Cilegon Muhamad Faiz mengatakan, tujuan munakosah adalah untuk mengukur dan mengevaluasi kurikulum pendidikan diniyah yang sudah diberikan pada anak usia dini.
“Kita akan lihat apakah anak-anak sudah dapat memahami materi pendidikan Agama Islam yang diberikan oleh para guru atau ustaz dan ustazahnya, apa belum?” katanya.
Faiz menjelaskan, selain materi pendidikan Agama Islam berupa penanaman kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, munakosah juga menguji terkait tata cara salat serta membaca Al Quran pada anak-anak.
“Ada juga tentang pendidikan karakter anak saleh seperti karakter jujur, amanah, kerjasama yang baik kepada teman, hidup hemat, rajin mencari ilmu, dan selalu berbuat baik kepada orang tua atau birul walidain,” ujarnya.
Faiz mengklaim, anak-anak peserta munaqosah tampak senang dan semangat saat mengikuti acara.
“In Syaa Allah anak-anak mendapatkan nilai pendidikan agama dan pendidikan karakter yang bagus. Dan harapannya di semester mendatang anak-anak tetap semangat mengikuti acara munakosah ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PC LDII Kecamatan Cilegon Arif Fajar menilai, konsep pengenalan ibadah pada anak usia dini seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga terbentuk mental keikhlasan dalam beribadah seperti melakukan salat tanpa disuruh, bukan dipaksa.
“Membina anak usia dini secara Islam berarti mencetak generasi yang cognitively smart sekaligus spiritually strong. Targetnya bukan anak yang paling cepat hafal 30 juz, tapi anak yang paling kenal Allah, paling beradab, dan paling bermanfaat saat dewasa kelak,” tutupnya.

Previous Post
Next Post

