LDII Kramatwatu Gelar Munaqosah, Ukur Capaian Akhlak dan Ilmu Generus

Peserta PAUD hingga SD, Munaqis dan Pengurus LDII Foto Bersama Selesai Acara Munaqosah. Foto : Lines
Serang (27/6). Pimpinan Cabang (PC) LDII Kramatwatu menggelar kegiatan Munaqosah sebagai ajang evaluasi pembinaan generasi penerus. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Musawwa Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (27/6).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Banten ini diikuti 90 peserta dari berbagai jenjang usia, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Kelas VI SD. Evaluasi berjalan serentak dengan pengawalan 16 personil yang bertugas sebagai panitia dan tim penguji.
Ketua PC LDII Kramatwatu, Sudrajat, menyampaikan munaqosah merupakan bagian penting dari sistem pembinaan berjenjang yang dijalankan LDII. Menurutnya, evaluasi ini tidak hanya mengukur kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan doa, dan praktik ibadah, tetapi juga menanamkan akhlak mulia kepada generasi penerus.
“LDII ingin memastikan anak-anak binaan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat kebangsaan. Karena itu, evaluasi seperti ini perlu dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Ketua PC LDII Kramatwatu membuka kegiatan Munaqosah pada Sabtu 27/6/2026
Sudrajat menjelaskan, munaqosah juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara pengurus, orang tua, dan anak. Dengan begitu, pendidikan karakter dan akhlak mulia dapat berjalan berkesinambungan antara rumah, sekolah, dan lingkungan pengajian.
“Kolaborasi tiga pilar ini penting, agar anak-anak tidak hanya baik saat di majelis, tetapi juga terbiasa menerapkan akhlak yang baik dalam keseharian,” katanya.
Pembina PC LDII Kramatwatu, Jarot, menyampaikan evaluasi lintas jenjang ini menjadi tolok ukur utama untuk mengukur capaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama satu semester terakhir. Menurut Jarot, evaluasi ini menargetkan penguasaan empat materi Munaqosah utama:
1. Bacaan Al-Qur’an dengan metode Tilawati.
2. Hafalan Do’a Harian dan Al-Asmaul Husna.
3. Praktik Wudhu dan Sholat sesuai tuntunan.
4. Penerapan Akhlakul Karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Jarot menilai pembinaan generasi penerus merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga. Tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan derasnya arus informasi, kata dia, menuntut anak-anak memiliki ketahanan moral yang kuat.
“Jika tidak disiapkan sejak dini, mereka bisa kehilangan arah. LDII ingin berkontribusi nyata agar anak-anak tetap berpegang pada nilai agama sekaligus mampu bersaing di era modern,” pungkasnya.

Previous Post
Next Post

