DPK Banten Bina Kearsipan DPW LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi Hingga 100 Buku untuk Ponpes dan Sekolah

DPK Banten Bina Kearsipan DPW LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi Hingga 100 Buku untuk Ponpes dan Sekolah

Serang (15/10). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Banten menerima kunjungan kerja dan pembinaan resmi dari Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten pada Kamis (15/10). Pertemuan ini berfokus pada pembinaan kearsipan kelembagaan ormas serta sosialisasi program kerja sama layanan peminjaman buku perpustakaan untuk sekolah dan pondok pesantren di bawah naungan LDII.

Kegiatan ini dilaksanakan berlandaskan Surat Tugas Nomor 000.5.2/1374/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Usman Asshiddiqi Qohara. Tim DPK Provinsi Banten dipimpin oleh Ida Nuryati, Arsiparis Madya, didampingi Jujun Juniarsyah, Pengadministrasi Perkantoran, dan Hendra Rusnanda, Penata Layanan Operasional.

Dalam arahannya, Tim DPK Banten memaparkan pentingnya tata kelola kearsipan yang tertib sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, dan penyelamatan rekam jejak sejarah organisasi kemasyarakatan.

Selain bidang kearsipan, DPK Banten juga memperkenalkan program kerja sama layanan perpustakaan. Melalui skema kolaborasi ini, setiap unit sekolah maupun pondok pesantren dapat mengajukan peminjaman hingga 100 judul buku yang disesuaikan dengan minat baca siswa dan santri.

Arsiparis Madya DPK Provinsi Banten, Ida Nuryati, mengatakan, kearsipan yang tertib menjadi kunci keberlanjutan organisasi.

“Kearsipan yang tertib adalah kunci keberlanjutan organisasi agar setiap histori dan dokumen penting dapat tersimpan dengan aman dan mudah diakses. Selain kearsipan, kami juga ingin mendorong budaya literasi di lingkungan pesantren dan sekolah LDII melalui fasilitas peminjaman 100 buku sesuai minat baca. Kami berharap pembinaan ini dapat ditindaklanjuti dengan sinergi yang lebih erat,” ujar Ida.

Ia menambahkan, kedua program tersebut dapat dilanjutkan dengan kerja sama resmi melalui Nota Kesepahaman (MoU).

“Kedua poin di atas bisa kita lanjutkan dengan kerja sama dan MoU, sehingga ke depan dinas kami bisa memberi pelatihan kepada santri agar lebih paham merawat buku-buku di perpustakaan yang nanti akan kami pinjamkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, menyambut baik pembinaan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPK Banten atas pembinaan kearsipan ini. Tata kelola arsip sangat penting bagi tertib administrasi organisasi kami. Mengenai program perpustakaan, DPW LDII Banten menyatakan sangat siap untuk melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu menjalin kerja sama resmi melalui penandatanganan MoU, agar unit-unit sekolah dan pondok pesantren yang sudah memiliki ruang perpustakaan dapat segera memanfaatkan kuota 100 buku tersebut demi meningkatkan minat baca santri,” ungkap Dimo.

Sebagai tindak lanjut, DPW LDII Banten berencana melakukan kunjungan balasan ke DPK Banten agar tata kelola kearsipan dapat menjadi acuan untuk perpustakaan di satuan unit sekolah dan pondok pesantren se-Banten.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus LDII Banten dari Biro PKD, yakni Nur Annas, Hariyanto, dan Kepala Sekolah Baitul Ulum, Brin Hariman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *