LDII Hadiri Penutupan MTQ XXIII Banten, Dari Tanah Jawara Lahir Jawara Al-Qur’an

LDII Hadiri Penutupan MTQ XXIII Banten, Dari Tanah Jawara Lahir Jawara Al-Qur’an

Serang (18/7) — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah. Melalui ajang tersebut diharapkan lahir generasi Qur’ani yang mampu membawa nama baik Banten di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, menyampaikan harapannya agar MTQ menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat persaudaraan, serta membangun karakter generasi muda yang religius. LDII mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan umat dan pembangunan masyarakat yang rukun, religius, dan berdaya saing,” ujarnya.

MTQ XXIII Provinsi Banten diselenggarakan di Kota Serang pada 6–9 Juli 2026. Acara penutupan dihadiri para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, pimpinan LPTQ, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota.

Direktur Penerangan Agama Islam sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dewan hakim, panitia, relawan, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ.

Menurut Muchlis, penyelenggaraan MTQ di Banten memiliki makna yang istimewa. Selain dikenal sebagai daerah religius dengan jaringan pesantren yang kuat, Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara yang melahirkan ulama besar, seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan KH Syam’un. Tradisi keilmuan tersebut terus hidup melalui berbagai lembaga pendidikan Islam dan mata rantai transmisi ilmu yang tetap terpelihara.

Ia juga menyoroti kuatnya tradisi sanad Al-Qur’an di Banten. Salah satu tokoh yang disebut ialah Syekh Tubagus Ma’mun yang memiliki sanad Al-Qur’an bersambung hingga Rasulullah SAW. Tradisi sanad tersebut menjadi bukti terjaganya keaslian bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat kesinambungan pewarisan ilmu dari generasi ke generasi.

“MTQ di Banten bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. MTQ merupakan ikhtiar merawat warisan para ulama Banten, menjaga kesinambungan bacaan Al-Qur’an yang sahih, adab terhadap Al-Qur’an, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama berabad-abad,” ujarnya di Serang, Kamis (9/7/2026).

Muchlis menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak berhenti pada penyerahan piala dan piagam penghargaan.

“Prestasi melahirkan kebanggaan, tetapi sanad melahirkan keberlanjutan. MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad melahirkan pewaris Al-Qur’an. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” katanya.

Ia juga mengangkat filosofi Tanah Jawara yang melekat pada masyarakat Banten.

“Banten dikenal sebagai Tanah Jawara. Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa jawara sejati bukanlah yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Semoga dari Tanah Jawara lahir semakin banyak Jawara Al-Qur’an, yakni generasi yang indah bacaannya, benar tajwidnya, kuat sanad keilmuannya, luas wawasannya, mulia akhlaknya, dan besar manfaatnya bagi agama, bangsa, serta kemanusiaan,” paparnya.

Menurutnya, para juara MTQ memiliki tanggung jawab yang lebih besar setelah perlombaan usai, yakni menjadi duta Al-Qur’an di tengah masyarakat dengan mengajarkan bacaannya, menyebarkan nilai-nilainya, serta menghadirkan akhlak Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis menegaskan bahwa MTQ tingkat provinsi merupakan bagian dari sistem pembinaan Al-Qur’an yang berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. LPTQ Nasional akan terus memperkuat sinergi dengan LPTQ Provinsi Banten agar para juara memperoleh pembinaan yang berkelanjutan menuju MTQ tingkat nasional bahkan internasional.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama bersama LPTQ Nasional dalam memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur’an melalui penguatan kelembagaan LPTQ, pendidikan Al-Qur’an, rumah tahfiz, pemberdayaan penyuluh agama, majelis taklim, serta berbagai program pembumian Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara seluruh cabang musabaqah serta penutupan resmi oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah. Melalui MTQ ini diharapkan semangat mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan membumikan Al-Qur’an semakin tumbuh dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta pembangunan di Provinsi Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *