Mimpi Santri Menembus Timnas, Arjoena Benzema Perkuat Timnas Pelajar Garuda Muda di Ajang Internasional

TANGERANG (21/8) — Perjalanan hidup seorang santri kembali mengukir cerita inspiratif di lapangan hijau. Arjoena Benzema Ferizqo, remaja kelahiran Tangerang, 27 Februari 2010, membuktikan bahwa pendidikan pesantren bukan halangan untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional hingga tingkat internasional.
Putra dari pasangan Junaedi & Ana, yang juga aktif sebagai pengurus PAC LDII Kunciran, ini merupakan santri dari Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang.
Ia kini mendapat kepercayaan besar untuk memperkuat Timnas Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam ajang Youth World Cup 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026.
Pertandingan internasional tersebut digelar di dua stadion termegah Indonesia, yakni Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Pemain yang akrab disapa Benzema ini membagikan tekad serta rasa syukurnya atas kesempatan mengenakan jersi Garuda di panggung dunia.
“Bagi saya, ini adalah kesempatan besar dan pengalaman yang sangat berharga. Saya ingin membuktikan bahwa seorang santri pun bisa bersaing di tingkat internasional. Dulu saya hanya berlatih di lapangan kecil, tetapi sekarang bisa mendapat kesempatan bermain di GBK dan JIS. Saya berharap ini jadi langkah awal menuju Timnas Indonesia senior,” ujar Benzema saat dimintai keterangan terkait persiapannya.
Perjalanan Benzema di dunia sepak bola dimulai sejak usia 10 tahun melalui pembinaan awal di FORSGI Tangtim.
Ketekunannya terus terasah dengan berpartisipasi di berbagai turnamen usia muda, seperti Forsekot, Piala Kini, hingga LaLiga Youth.
Selain aktif di pesantren, prestasi Benzema juga tercatat bersama sekolahnya, SMK Budi Mulia Karawang, di mana ia berhasil membawa tim sekolah menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Piala Proton di tingkat Kabupaten Karawang.
Pihak pendamping dan pembina menekankan pentingnya komitmen serta sinergi antara pendidikan agama, akademik, dan olahraga.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Benzema. Ini mematahkan stigma bahwa anak pesantren hanya fokus pada kegiatan keagamaan saja. Selama ada tekad, disiplin, kerja keras, serta dukungan penuh dari keluarga, pondok pesantren, dan sekolah, santri bisa berprestasi di bidang apa pun, termasuk olahraga papan atas,” ungkap perwakilan pembina Pondok Pesantren Sumber Barokah.
Langkah Benzema bersama Timnas Pelajar Garuda Muda Indonesia di Youth World Cup 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi jutaan santri lainnya di tanah air untuk terus berani bermimpi tinggi dan membawa nama harum bangsa.

Previous Post

