Rakerda BAZNAS Ke-23, LDII Kabupaten Serang Siapkan Dukung Program Terobosan

Rakerda BAZNAS Ke-23, LDII Kabupaten Serang Siapkan Dukung Program Terobosan

SERANG (30/7) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ke-23 di Aula TB Suwandi, Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas.

Dalam kesempatan itu, Najib meminta BAZNAS Kabupaten Serang terus menghadirkan berbagai inovasi agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, Hasanudin, mengatakan Rakerda Ke-23 dihadiri sebanyak 128 kepala Unit Pengumpul Zakat (UPZ) beserta bendahara.

Melalui Rakerda tersebut, pihaknya berupaya merumuskan berbagai program dan inovasi untuk mengejar target penghimpunan yang telah ditetapkan Pemkab Serang.

“Target kita sebesar Rp28 miliar pada tahun ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan Rakerda ini dapat dipetakan apa saja kekurangannya, persoalan yang dihadapi, termasuk masukan dari UPZ. Karena itu, hari ini semuanya kami kumpulkan,” ujarnya.

Hasanudin mengatakan, masih terdapat sejumlah potensi yang dapat dioptimalkan, mulai dari infak calon pengantin, infak atau sedekah calon jemaah haji, hingga penghimpunan zakat dari perusahaan.

“Terobosannya adalah infak dari calon pengantin. Nanti kami akan bekerja sama dengan Kementerian Agama. Kemudian untuk calon haji kami juga akan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta dengan UPZ masjid,” ujarnya.

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Serang juga berencana menggelar roadshow ke sejumlah perusahaan guna mengoptimalkan penghimpunan zakat dari sektor dunia usaha.

“Mulai besok kami akan roadshow ke perusahaan-perusahaan. Kami awali dari kawasan industri di Serang Barat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pengelolaan dana umat oleh BAZNAS.

“Tentunya sangat penting, karena basis pengelolaan BAZNAS adalah kepercayaan. Kalau semua pihak percaya, maka semakin banyak yang menitipkan dananya untuk program-program BAZNAS. Selain itu, akuntabilitas juga penting untuk meningkatkan kepercayaan publik. Kalau bisa harus jelas dan dipublikasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Najib menegaskan, dana umat yang dihimpun harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam membantu warga yang membutuhkan. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, UPZ, para donatur, dan berbagai pihak lainnya.

“Saya minta BAZNAS bersama pemerintah daerah berkolaborasi dengan semua unsur agar perusahaan, dunia usaha, UPZ, para donatur, dan pihak lainnya dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan sehingga angka kemiskinan bisa terus ditekan,” ujarnya.

Ia menilai kepengurusan BAZNAS Kabupaten Serang saat ini memiliki semangat untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan penghimpunan zakat.

“Melalui kegiatan hari ini, saya memberikan dukungan agar ke depan paradigmanya bukan hanya menghimpun lalu membagikan, tetapi juga melakukan pemberdayaan sehingga secara bertahap para mustahik bisa mandiri,” pungkasnya.

Karena itu, ketua DPD LDII Kab. Serang, Kabid Bagaskara menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci agar potensi zakat yang besar dapat memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menghimpun, tetapi bagaimana seluruh lembaga bisa berkolaborasi agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *